Kopi dan Kehidupan

cerita yang sangat inspiratif…dapat dari milist sebelah silahkan menikmati😛

Suatu hari beberapa alumni Universitas California Berkeley yg sudah bekerja & mapan dalam karir, mendatangi profesor kampus mereka yg kini sdh lanjut usia. Mereka membicarakan banyak hal menyangkut pekerjaan maupun kehidupan mereka. Sang profesor lalu ke dapur & kembali dengan membawa seTéko kopi panas. Disebuah nampan ia membawa bermacam-macam cangkir. Ada yg terbuat dr kaca, kristal, melamin, beling & plastik. Beberapa cangkir nampak indah & mahal, tetapi ada juga yg bentuknya biasa-biasa saja & terbuat dari bahan yg murah. “Silahkan masing-masing mengambil cangkir & menuang kopinya sendiri”, Sang prof mempersilahkan tamu-tamunya. Setelah masing-masing sudah memegang cangkir berisi kopi, profesor itu berkata, “Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir-cangkir yg bagus & yang tertinggal kini hanya cangkir murah & tidak begitu menarik. Memilih yang terbaik adalah hal yg normal. Tetapi sebenarnya justru disitulah persoalannya. Ketika kalian
tidak mendapatkan cangkir yang bagus, perasaan kalian menjadi terganggu. Kalian mulai melihat cangkir-cangkir yg dipegang orang lain & membandingkannya dgn cangkir yg kalian pegang. Pikiran kalian terfokus kepada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya, melainkan kopinya.
“Sesungguhnya kopi itu adalah kehidupan kita, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, uang & posisi yang kita miliki. Jangan pernah membiarkan wadah dari kopi mempengaruhi kopi yang kita nikmati. Orang boleh saja menaruh kopi kedalam gelas kristal yg sangat mahal & indah, tetapi belum tentu mereka dapat merasakan nikmat dari kopi tersebut. Artinya,ada sebagian orang yg Menurut penglihatan jasmaniah kita mereka begitu beruntung & berbahagia, tetapi belum tentu mereka dapat menikmati indahnya karunia kehidupan yg diberikan oleh Tuhan.
Mari kita belajar menghargai & mensyukuri hidup ini bagaimanapun cara Tuhan “mengemas”nya untuk masing-masing kita. Yang penting sikapi anugrah kehidupan dengan baik serta mengisinya dengan hal2 yang benar & positif.:)

ke Bali juga akhirnya

Sudah dari beberapa tahun yang lalu ane ngidam pingin ke bali ( hehehe ngidam🙂 kayak ibu-ibu aja. Memang sudah cita-cita beberapa tahun yang lalu pingin jalan ke bali pinginnya sih backpacker tapi sudah direncanain pasti ada halangannya.Pertama mau bareng aga suraga tapi ah gak jadi karena jadwal cutinya pasti beda, kedua mau bareng a esa ah gak jadi juga karena ane keburu nikah hihi, maaf ya a esa gak jadi kita travelling nya😛 peace🙂.

Terimaksaih kepada HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Indonesia) yang telah sudi mengadakan Convention dan Exhibition di Bali, sekali lagi Bali hehehe (seneng banget dah ane🙂 ), sehingga si sayah ini bisa ke sana gratissss karena di bayarin kantor hahaha.(kesenangan yang kedua neh :P).Selain bisa nambah-nambah pengetahun tentang ilmu geoscience mudah-mudahan bisa sempat curi-curi jalan-jalan dikit, hihi.

Sekarang searching-searching dulu ah daerah mana yang bisa di kunjungi.

bersambung neh nanti cerita banyaknya habis dari sana😛

Alasan Kenapa Ane Kagak setuju UAN

Setelah kurang lebih satu tahun tidak nulis di blog 😀 , aha mari kita mulai nulis lagi (biasa lupa password jadi gak bisa login, alasan klasik😛 ). Sekarang sy coba kemukakan kenapa  tidak setuju dengan yang namanya UAN atau apapun lah namanya yang sejenis itu.Diurutkan neh..hehe…biar fokuks..kus..kus…

  • Paling Pertama : UAN mengajarkan Korupsi

Pada kaget khan? kok bisa UAN yang menghabisakan effort (bahkan uang Anggaran Pendidikan) begitu banyak mengajarkan korupsi.Tenang – tenang sodara mari kita bahas.Idealnya UAN adalah suatu cara untuk ngetest kemampuan anak didik apakah dia layak untuk lulus dari sekolah dengan memahami seluruh materi yang telah dia pelajari selama di sekolah.Tujuannya si baik (setuju tidak :🙂 )….setuju kan, Tapi apakah sesuai dan tepat jika peserta didik sekolah selama 3 tahun lamanya harus ditentukan selama 2 jam untuk masing-masing mata pelajaran.Masih kurang jelas??? mari kita ambil salah satu contoh🙂 si kadir bersekolah di sekolah SMUN A selama tiga tahun di selalu bersemangat walaupaun nilainya tidak bagus-bagus amat. Selama 3 tahun itu si kadir mendapatkan mata pelajaran matematika sebanyak 30 bab (eh bener gak perkiraannya?? udah lupa dulu SMA dapat berapa bab yak matematika ..? :D) ah anggap saja asumsinya bener.Nah UAN menuntut kadir untuk hapal semua rumus, cara pengerjaan, dll yang 30 bab tersebut untuk bisa menjawab soal2 dalam 2 jam UAN.APakah ini adil???? silahkan direnungkan (jangan lama-lama yak merenungnya ntar ketiduran …heuheuheu…) rasa-rasanya ko tidak masuk akal yak.Bagi orang yang cerdas dan memiliki ingatan tajam mungkin saja, tapi rasa-rasanya jumlah orang seperti itu 1:1000😀.Nah karena tuntutan orang tua dan guru supaya kadir lulus, kadir akan melakukan berbagai cara supaya UAN nya lulus, salah satunya NYONTEK!!  ya, nyontek itu cukup realistis dan memang bisa membantu dalam mengerjakan soal.HEHE terbukti kan UAN bisa mencetak mental-mental penyontek dan inikan termasuk mental berbohong dan cikal bakal sikap KORUPTOR.Selain it, karena pemadatan yang 2 jam tadi memicu yang kedua, apakah itu, jeng..je..jejeng..Inilah yang kedua

  • Yang kedua : UAN menjadikan Guru sebagai guru Bohong

Masih nyambung dengan yang pertama, karena pelajaran yang diberikan selama 3  tahun dan berpuluh bab yang diberikan harus di test selama 2 jam dalam bentuk soal-soal UAN, Bapak-Ibu guru yang seharusnya menjadi teladan dan panutan rela memberikan bocoran kunci jawaban demi supaya anak didiknya lulus.Pasti ada yang bilang ( ah gak semua kayak gitu ….) iya kan mau pada bilang gitu.Tapi kita semua sudah tahu dan sudah menjadi rahasia umum bahwa biasanya bapak dan ibu guru membantu menyebarkan kuci jawaban pada hari H atau minimalnya jika dia bertindak sebagai pengawas dia tidak menjalankan fungsinya sebagaimana seharusnya.Biasanya dibiarkan aja kalo ada siswa yang bisik-bisik atau kelihatan nyontek.Fenomena ini cukup miris khan , bagaimana tidak, guru yang seharusnya menjadi panutan dalam bersikap jujur dan berbuat baik eh malah menjaidi guru yang berbohong dan mengajarkan kebohongan.Saya sama sekali tidak menyalahkan bapak dan Ibu guru yang terhormat, mereka melakukan itu demi kecintaan kepada anak didiknya supaya mereka lulus dan tidak kecewa.LHa  terus siapa yang sy salahkan , satu kata UAN!!!!!

Ah sebenarnya masih banyak sebab-sebabnya kenapa saya tidak setuju UAN, tapi lain kali aja, 2 itu aja dulu yang paling penting.

Kalo berani menyalahkan kasih solusi dong😀,(pasti pada bilang gitu kan)

Baiklah, dalam pemikiran sy UAN tidak perlu lha diadakan, masalah bagaimana standar untuk menetukan seorang anak didik itu lulus atau tidak ya di buat point dari  hasil mereka tiap bab ulangan itu saja.dan point-point yang laian yang menetukan gurunya.Karena guru yang lebih tahu, gak perlulah ada standar nasional, cukup kurikulum aja yang standar nasional masalah ini tentukan aja lokal melalui sekolahny masing-masing.Itu saja dulu ya, yang setuju atau tidak marilah kita berdiskusi

-pian-

Fire Handling Drill Training

Wah sudah lama sekali tida posting hehe.Knapa ? jawabanya simple lupa password. (aneh ya🙂 ) dan satu lagi email students.itb.ac.id nya eror .Tapi Alhamdulillah bisa masuk lagi.2 minggu yang lalu sempet ikut  “Fire handling Drill Training” yang diadain oleh QHSE Departement, lumayan seru dan banyak pengetahuan yang di dapat.2

Baik mari kita diskusikan dulu tentang teori api.Dalam dunia pemadam kebakaran (fire fighting) ada yang dimaksud dengan segitiga api (bukan segitiga biru lho ya😛 ). Apa saja kah itu?

  • Oksigen (O2)

Nah komponen pertama dalam segitiga api adalah O2 atau lebih sering dikenal dengan oksigen.Api tidak mungkin menyala jika tidak ada oksigen. Jadi jika terjadi kebakaran di carilah cara supaya oksigenya jadi tidak ada dan api bisa padam

  • Kalor

Komponen yang kedua adalah kalor atau panas, sumber panas ini bisa banyak sekali contohnya korek api, puntung rokok, arus pendek dll.Sumber-sumber panas ini berada di sekeliling kita. Jika diperlakukan dengan benar, maka akan membantu dalam kehidupan kita tapi jika kita salah menggunakanya maka berakibat bagi kita dan lingkungan

  •  Bahan Bakar

Yang terakhir adalah bahan bakar, bisa berupa benda cair, padat ataupun gas.Nah contoh yang mudah adalah bensin.Sama halnya dengan sumber kalor, bahan bakar juga jika kita gunakan dengan bijak (wise) sangat mebantu kehidupan kita.Coba tidak ada bahan bakar, wah bisa jalan kaki terus kita kemana-man pegel khan😛

Jika ketiga komponen tersebut bertemu maka terjadilah api.Nah pertanyaanya, jika salah satu dari komponen tersebut hilang apakah masih bisa timbul api? jawabanya jelas tidak.Teori inilah yang digunakan oleh teman-teman pemadam kebakaran (fire fighter) untuk memadamkan api.

Bapak-bapak pemadam kebakaran menghilangkan kalor dengan cara menyemprotkan air ke sumber api, jadi salah satu komponen dari segitiga api dihilangkan, harapanya api bisa padam.Ada juga alat yang dinamakan dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang biasa kita lihat di kantor-kantor atau mall, bentuknya kecil mungil warna merah seperti ini

1

 Alat ini di dalamnya berisi serbuk yang dapat menutupi sumber api sehingga tidak ada kontak dengan udara, alat ini bekerja dengan menghilangkan komponen yang pertama yaitu oksigen sehingga api bisa padam.Oh iya alat ini hanya cocok untuk tipe kebakaran A, B, dan C aja.Apakah itu tipe kebakaran A, B, dan C?

  • Tipe A : kebakaran benda padat seperti kayu, kertas, dll
  • Tipe B : kebakaran benda cair, bensin misalnya
  • Tipe C : kebakaran gas
  • Tipe D : kebakaran logam, biasanya ini khusus terjadi di industri-industri logam

3

Selama training kita belajar menggunakan APAR, caranya simple tarik segel terus tekan katupnyalalu  di semprotkan ke sumber api dengan jarak kurang lebih 3-5 m dari sumber api.Satu hal yang paling penting jangan PANIK !.Usahakan tetap tenang, bagaimana caranya supaya tidak panik? kita harus banyak latihan sehingga percaya diri untuk menghadapi hal terburuk.

oke

Keep Healthy and Safety

Ps : Terimaksih kepada bapak-bapak pemadan kebakaran dari Fire Brigade Jakarta selatan yang telah berbagi ilmu dengan kami.Jangan bosen-bosen jika kami minta tolong ya pak.

Harus Dari Mana Mulainya?

Ini adalah sebuah tulisan yang benar-benar membuat saya terharu, sedih, marah, dan sekaligus bingung!.Kita yakin di belahan indonesia yang lain pasti ada lagi potret-potret yang tidak terekam (jauh lebih banyak, jauh lebih memprihatinkan), silahkan disimak….

Sepulang dari pengajian rutin beberapa hari lalu, saya berdiri di tepi trotoar daerah Klender. Angkot yang ditunggu belum jua lewat, sedang matahari kian memancar terik. Entah mengapa, kedua mata saya tertarik untuk memperhatikan seorang bapak tua yang tengah termangu di tepi jalan dengan sebuah gerobak kecil yang kosong. Bapak itu duduk di trotoar. Matanya memandang kosong ke arah jalan.

Saya mendekatinya. Kami pun terlibat obrolan ringan. Pak Jumari, demikian namanya, adalah seorang penjual minyak tanah keliling yang biasa menjajakan barang dagangannya di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur. “Tapi kok gerobaknya kosong Pak, mana kaleng-kaleng minyaknya?” tanya saya. Pak Jumari tersenyum kecut. Sambil menghembuskan nafas panjang-panjang seakan hendak melepas semua beban yang ada di dadanya, lelaki berusia limapuluh dua tahun ini menggeleng. “Gak ada minyaknya.”

Bapak empat anak ini bercerita jika dia tengah bingung. Mei depan,katanya, pemerintah akan mencabut subsidi harga minyak tanah. “Saya bingung. saya pasti gak bisa lagi jualan minyak. Saya gak tahu lagi harus jualan apa. modal gak ada.keterampilan gak punya..” Pak Jumari bercerita. Kedua matanya menatap kosong memandang jalanan. Tiba-tiba kedua matanya basah. Dua bulir air segera turun melewati pipinya yang cekung.
“Maaf  dik, saya menangis, saya benar-benar bingung mau makan apa kami kelak.., ” ujarnya lagi. Kedua bahunya terguncang menahan tangis. Saya tidak mampu untuk menolongnya dan hanya bisa menghibur dengan kata-kata.Tangan saya mengusap punggungnya. Saya tahu ini tidak mampu mengurangibeban hidupnya.

Pak Jumari bercerita jika anaknya yang paling besar kabur entah ke mana. “Dia kabur dari rumah ketika saya sudah tidak kuat lagi bayar sekolahnya di SMP. Dia mungkin malu. Sampai sekarang saya tidak pernah lagi melihat dia.. Adiknya juga putus sekolah dan sekarang ngamen di jalan. Sedangkan dua adiknya lagi ikut ibunya ngamen di kereta. Entah sampai kapan kami begini .”

Mendengar penuturannya, kedua mata saya ikut basah.
Pak Jumari mengusap kedua matanya dengan handuk kecil lusuh yang melingkar di leher. “Dik, katanya adik wartawan.. tolong bilang kepada pemerintah kita, kepada bapak-bapak yang duduk di atas sana, keadaan saya dan banyak orang seperti saya ini sungguh-sungguh berat sekarang ini. Saya dan orang-orang seperti saya ini cuma mau hidup sederhana, punya rumah kecil, bisa nyekolahin anak, bisa makan tiap hari, itu saja.” Kedua mata Pak Jumari menatap saya dengan sungguh-sungguh.

“Dik, mungkin orang-orang seperti kami ini lebih baik mati… mungkin kehidupan di sana lebih baik daripada di sini yah…” Pak Jumari menerawang.

Saya tercekat. Tak mampu berkata apa-apa. Saya tidak sampai hati menceritakan keadaan sesungguhnya yang dilakukan oleh para pejabat kita, oleh mereka-mereka yang duduk di atas singgasananya. Saya yakin Pak Jumari juga sudah tahu dan saya hanya mengangguk. Mereka, orang-orang seperti Pak Jumari itu telah bekerja siang malam membanting tulang memeras keringat, bahkan mungkin jika perlu memeras darah pun mereka mau. Namun kemiskinan tetap melilit kehidupannya. Mereka sangat rajin bekerja, tetapi mereka tetap melarat.

Kontras sekali dengan para pejabat kita yang seenaknya numpang hidup mewah dari hasil merampok uang rakyat. Uang rakyat yang disebut ‘anggaran negara’ digunakan untuk membeli mobil dinas yang mewah, fasilitas alat komunikasi yang canggih, rumah dinas yang megah, gaji dan honor yang gede-gedean, uang rapat, uang transport, uang makan, akomodasi hotel berbintang nan gemerlap, dan segala macam fasilitas gila lainnya. **Mumpung ada anggaran negara maka sikat sajalah! **

Inilah para perampok berdasi dan bersedan mewah, yang seharusnya bekerja untuk mensejahterakan rakyatnya namun malah berkhianat mensejahterakan  diri, keluarga, dan kelompoknya sendiri. Inilah para lintah darat yang menghisap dengan serakah keringat, darah, tulang hingga sum-sum rakyatnya sendiri. Mereka sama sekali tidak perduli betapa rakyatnya kian hari kian susah bernafas. Mereka tidak pernah perduli. Betapa zalimnya pemerintahan kita ini!

Subsidi untuk rakyat kecil mereka hilangkan. Tapi subsidi agar para pejabat bisa hidup mewah terus saja berlangsung. Ketika rakyat antri minyak berhari-hari, para pejabat kita enak-enakan keliling dalam mobil mewah yang dibeli dari uang rakyat, menginap berhari-hari di kasur empuk hotel berbintang yang dibiayai dari uang rakyat, dan melancong ke luar negeri berkedok studi banding, juga dari uang rakyat.

Sepanjang jalan, di dalam angkot, hati saya menangis. Bocah-bocah kecil berbaju lusuh bergantian turun naik angkot mengamen. Di perempatan lampu merah, beberapa bocah perempuan berkerudung menengadahkan tangan. Di tepi jalan, poster-poster pilkada ditempel dengan norak. Perut saya mual dibuatnya.

Setibanya di rumah, saya peluk dan cium anak saya satu-satunya. “Nak, ini nasi bungkus yang engkau minta.” Dia makan dengan lahap. Saya tatap dirinya dengan penuh kebahagiaan. “Alhamdulillah, saya masih mampu menghidupi keluarga dengan uang halal hasil keringat sendiri, bukan numpang hidup dari fasilitas negara, mengutak-atik anggaran negara yang sesungguhnya uang rakyat, atau bagai lintah yang mengisap kekayaan negara.”

Saat malam tiba, wajah Pak Jumari kembali membayang. Saya tidak tahu apakah malam ini dia tidur dengan perut kenyang atau tidak. Saya berdoa agar Allah senantiasa menjaga dan menolong orang-orang seperti Pak Jumari, dan memberi hidayah kepada para pejabat kita yang korup. Mudah-mudahan mereka bisa kembali ke jalan yang benar. Mudah-mudahan mereka bisa kembali paham bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabk an di mahkamah akhir kelak. Mudah-mudahan mereka masih punya nurani dan mau melihat ke bawah.

Mudah-mudahan mereka bisa lebih sering naik angkot untuk bisa mencium keringat anak-anak negeri ini yang harus bekerja hingga malam demi sesuap nasi, bukan berkeliling kota naik sedan mewah…

Mudah-mudahan mereka lebih sering menemui para dhuafa, bukan menemui konglomerat dan pejabat… Mudah-mudahan mereka lebih sering berkeliling ke wilayah-wilayah kumuh, bukan ke mal…

Amien Ya Allah.

———— ——— ——— ———
Wass.

Heran….?!

heran…?

Continue reading

Potensi Daya Saing Indonesia Part I

250px-flag_of_indonesiasvg.png

Continue reading