<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>corundum &#187; kebangsaan</title>
	<atom:link href="http://piannopiana.wordpress.com/category/kebangsaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://piannopiana.wordpress.com</link>
	<description>Sumbangsih Kecil Bagi Ibu Pertiwi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 May 2009 01:54:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='piannopiana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e03c1b658ffa0726b92867908d71817a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>corundum &#187; kebangsaan</title>
		<link>http://piannopiana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://piannopiana.wordpress.com/osd.xml" title="corundum" />
		<item>
		<title>Harus Dari Mana Mulainya?</title>
		<link>http://piannopiana.wordpress.com/2008/04/20/harus-dari-mana-mulainya/</link>
		<comments>http://piannopiana.wordpress.com/2008/04/20/harus-dari-mana-mulainya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 00:04:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pian nopiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://piannopiana.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah sebuah tulisan yang benar-benar membuat saya terharu, sedih, marah, dan sekaligus bingung!.Kita yakin di belahan indonesia yang lain pasti ada lagi potret-potret yang tidak terekam (jauh lebih banyak, jauh lebih memprihatinkan), silahkan disimak&#8230;.
Sepulang dari pengajian rutin beberapa hari lalu, saya berdiri di tepi trotoar daerah Klender. Angkot yang ditunggu belum jua lewat, sedang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piannopiana.wordpress.com&blog=1415233&post=22&subd=piannopiana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://piannopiana.files.wordpress.com/2008/04/250px-australian_cart1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-24" src="http://piannopiana.files.wordpress.com/2008/04/250px-australian_cart1.jpg?w=250&#038;h=188" alt="" width="250" height="188" /></a>Ini adalah sebuah tulisan yang benar-benar membuat saya terharu, sedih, marah, dan sekaligus bingung!.Kita yakin di belahan indonesia yang lain pasti ada lagi potret-potret yang tidak terekam (jauh lebih banyak, jauh lebih memprihatinkan), silahkan disimak&#8230;.</p>
<p>Sepulang dari pengajian rutin beberapa hari lalu, saya berdiri di tepi trotoar daerah Klender. Angkot yang ditunggu belum jua lewat, sedang matahari kian memancar terik. Entah mengapa, kedua mata saya tertarik untuk memperhatikan seorang bapak tua yang tengah termangu di tepi jalan dengan sebuah gerobak kecil yang kosong. Bapak itu duduk di trotoar. Matanya memandang kosong ke arah jalan.</p>
<p>Saya mendekatinya. Kami pun terlibat obrolan ringan. Pak Jumari, demikian namanya, adalah seorang penjual minyak tanah keliling yang biasa menjajakan barang dagangannya di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur. &#8220;Tapi kok gerobaknya kosong Pak, mana kaleng-kaleng minyaknya?&#8221; tanya saya. Pak Jumari tersenyum kecut. Sambil menghembuskan nafas panjang-panjang seakan hendak melepas semua beban yang ada di dadanya, lelaki berusia limapuluh dua tahun ini menggeleng. &#8220;Gak ada minyaknya.&#8221;</p>
<p>Bapak empat anak ini bercerita jika dia tengah bingung. Mei depan,katanya, pemerintah akan mencabut subsidi harga minyak tanah. &#8220;Saya bingung. saya pasti gak bisa lagi jualan minyak. Saya gak tahu lagi harus jualan apa. modal gak ada.keterampilan gak punya..&#8221; Pak Jumari bercerita. Kedua matanya menatap kosong memandang jalanan. Tiba-tiba kedua matanya basah. Dua bulir air segera turun melewati pipinya yang cekung.<br />
&#8220;Maaf  dik, saya menangis, saya benar-benar bingung mau makan apa kami kelak.., &#8221; ujarnya lagi. Kedua bahunya terguncang menahan tangis. Saya tidak mampu untuk menolongnya dan hanya bisa menghibur dengan kata-kata.Tangan saya mengusap punggungnya. Saya tahu ini tidak mampu mengurangibeban hidupnya.</p>
<p>Pak Jumari bercerita jika anaknya yang paling besar kabur entah ke mana. &#8220;Dia kabur dari rumah ketika saya sudah tidak kuat lagi bayar sekolahnya di SMP. Dia mungkin malu. Sampai sekarang saya tidak pernah lagi melihat dia.. Adiknya juga putus sekolah dan sekarang ngamen di jalan. Sedangkan dua adiknya lagi ikut ibunya ngamen di kereta. Entah sampai kapan kami begini .&#8221;</p>
<p>Mendengar penuturannya, kedua mata saya ikut basah.<br />
Pak Jumari mengusap kedua matanya dengan handuk kecil lusuh yang melingkar di leher. &#8220;Dik, katanya adik wartawan.. tolong bilang kepada pemerintah kita, kepada bapak-bapak yang duduk di atas sana, keadaan saya dan banyak orang seperti saya ini sungguh-sungguh berat sekarang ini. Saya dan orang-orang seperti saya ini cuma mau hidup sederhana, punya rumah kecil, bisa nyekolahin anak, bisa makan tiap hari, itu saja.&#8221; Kedua mata Pak Jumari menatap saya dengan sungguh-sungguh.</p>
<p>&#8220;Dik, mungkin orang-orang seperti kami ini lebih baik mati&#8230; mungkin kehidupan di sana lebih baik daripada di sini yah&#8230;&#8221; Pak Jumari menerawang.</p>
<p>Saya tercekat. Tak mampu berkata apa-apa. Saya tidak sampai hati menceritakan keadaan sesungguhnya yang dilakukan oleh para pejabat kita, oleh mereka-mereka yang duduk di atas singgasananya. Saya yakin Pak Jumari juga sudah tahu dan saya hanya mengangguk. Mereka, orang-orang seperti Pak Jumari itu telah bekerja siang malam membanting tulang memeras keringat, bahkan mungkin jika perlu memeras darah pun mereka mau. Namun kemiskinan tetap melilit kehidupannya. Mereka sangat rajin bekerja, tetapi mereka tetap melarat.</p>
<p>Kontras sekali dengan para pejabat kita yang seenaknya numpang hidup mewah dari hasil merampok uang rakyat. Uang rakyat yang disebut &#8216;anggaran negara&#8217; digunakan untuk membeli mobil dinas yang mewah, fasilitas alat komunikasi yang canggih, rumah dinas yang megah, gaji dan honor yang gede-gedean, uang rapat, uang transport, uang makan, akomodasi hotel berbintang nan gemerlap, dan segala macam fasilitas gila lainnya. **Mumpung ada anggaran negara maka sikat sajalah! **</p>
<p>Inilah para perampok berdasi dan bersedan mewah, yang seharusnya bekerja untuk mensejahterakan rakyatnya namun malah berkhianat mensejahterakan  diri, keluarga, dan kelompoknya sendiri. Inilah para lintah darat yang menghisap dengan serakah keringat, darah, tulang hingga sum-sum rakyatnya sendiri. Mereka sama sekali tidak perduli betapa rakyatnya kian hari kian susah bernafas. Mereka tidak pernah perduli. Betapa zalimnya pemerintahan kita ini!</p>
<p>Subsidi untuk rakyat kecil mereka hilangkan. Tapi subsidi agar para pejabat bisa hidup mewah terus saja berlangsung. Ketika rakyat antri minyak berhari-hari, para pejabat kita enak-enakan keliling dalam mobil mewah yang dibeli dari uang rakyat, menginap berhari-hari di kasur empuk hotel berbintang yang dibiayai dari uang rakyat, dan melancong ke luar negeri berkedok studi banding, juga dari uang rakyat.</p>
<p>Sepanjang jalan, di dalam angkot, hati saya menangis. Bocah-bocah kecil berbaju lusuh bergantian turun naik angkot mengamen. Di perempatan lampu merah, beberapa bocah perempuan berkerudung menengadahkan tangan. Di tepi jalan, poster-poster pilkada ditempel dengan norak. Perut saya mual dibuatnya.</p>
<p>Setibanya di rumah, saya peluk dan cium anak saya satu-satunya. &#8220;Nak, ini nasi bungkus yang engkau minta.&#8221; Dia makan dengan lahap. Saya tatap dirinya dengan penuh kebahagiaan. &#8220;Alhamdulillah, saya masih mampu menghidupi keluarga dengan uang halal hasil keringat sendiri, bukan numpang hidup dari fasilitas negara, mengutak-atik anggaran negara yang sesungguhnya uang rakyat, atau bagai lintah yang mengisap kekayaan negara.&#8221;</p>
<p>Saat malam tiba, wajah Pak Jumari kembali membayang. Saya tidak tahu apakah malam ini dia tidur dengan perut kenyang atau tidak. Saya berdoa agar Allah senantiasa menjaga dan menolong orang-orang seperti Pak Jumari, dan memberi hidayah kepada para pejabat kita yang korup. Mudah-mudahan mereka bisa kembali ke jalan yang benar. Mudah-mudahan mereka bisa kembali paham bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabk an di mahkamah akhir kelak. Mudah-mudahan mereka masih punya nurani dan mau melihat ke bawah.</p>
<p>Mudah-mudahan mereka bisa lebih sering naik angkot untuk bisa mencium keringat anak-anak negeri ini yang harus bekerja hingga malam demi sesuap nasi, bukan berkeliling kota naik sedan mewah&#8230;</p>
<p>Mudah-mudahan mereka lebih sering menemui para dhuafa, bukan menemui konglomerat dan pejabat&#8230; Mudah-mudahan mereka lebih sering berkeliling ke wilayah-wilayah kumuh, bukan ke mal&#8230;</p>
<p>Amien Ya Allah.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; &#8212;&#8212;&#8212; &#8212;&#8212;&#8212; &#8212;&#8212;&#8212;<br />
Wass.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/piannopiana.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/piannopiana.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/piannopiana.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/piannopiana.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/piannopiana.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/piannopiana.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/piannopiana.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/piannopiana.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/piannopiana.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/piannopiana.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/piannopiana.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/piannopiana.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piannopiana.wordpress.com&blog=1415233&post=22&subd=piannopiana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://piannopiana.wordpress.com/2008/04/20/harus-dari-mana-mulainya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3f783e07dcf3d21de2b04e0be85adfa7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">piannopiana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://piannopiana.files.wordpress.com/2008/04/250px-australian_cart1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Potensi Daya Saing Indonesia Part I</title>
		<link>http://piannopiana.wordpress.com/2008/03/22/potensi-daya-saing-indonesia/</link>
		<comments>http://piannopiana.wordpress.com/2008/03/22/potensi-daya-saing-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2008 12:19:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pian nopiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://piannopiana.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[


  
 Tumben neh nulis tentang kebangsaan (he&#8230;.harus cinta dong sama bangsa ini ) judulnya Kekuatan Daya Saing Indonesia (wah&#8230;..keren2&#8230;terusin dong ceritain).Jika kita melihat kondisi negara kita saat ini tentu sangat miris dan sedih (ah&#8230;masa sih&#8230;?)  serius! dalam berbagai aspek kehidupan kita terpuruk ( apa  aja&#8230;.?) contohnya: 
1.Ketahanan pangan
            Beberapa waktu yang lalu ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piannopiana.wordpress.com&blog=1415233&post=14&subd=piannopiana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://piannopiana.wordpress.com/2008/03/22/potensi-daya-saing-indonesia/15/" rel="attachment wp-att-15" title="250px-flag_of_indonesiasvg.png"></p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://piannopiana.files.wordpress.com/2008/03/250px-flag_of_indonesiasvg.png" alt="250px-flag_of_indonesiasvg.png" /></div>
<p></a><span id="more-14"></span></p>
<p><!--[if gte mso 9]&amp;gt;     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                         MicrosoftInternetExplorer4                                                   &amp;lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&amp;gt;                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                &amp;lt;![endif]--> <!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> <!--[if gte mso 10]&amp;gt;   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}  &amp;lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"><span></span><span> </span>Tumben neh nulis tentang kebangsaan (he&#8230;.harus cinta dong sama bangsa ini ) judulnya Kekuatan Daya Saing Indonesia (wah&#8230;..keren2&#8230;terusin dong ceritain<span></span>).Jika kita melihat kondisi negara kita saat ini tentu sangat miris dan sedih (ah&#8230;masa sih&#8230;?)<span>  </span>serius! dalam berbagai aspek kehidupan kita terpuruk ( apa<span>  </span>aja&#8230;.?) contohnya: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';">1.Ketahanan pangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"><span>            </span>Beberapa waktu yang lalu ada seorang ibu hamil yang meninggal akibat kelaparan, anak yang busung lapar dan banyak lagi kabar tentang kelaparan di berbagai daerah di indonesia coba deh search di google ( wah&#8230;nyuruh-nyuruh neh..), enggak biar temen-temen yakin aja. (ok terus apa lagi) Masalah impor kedelai dan kenaikan harganya sehingga harga tempe dan tahu jadi mahal dll.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';">2.Ketahanan Ekonomi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"><span>            </span>Coba deh semenjak krisis ekonomi 97/98 ekonomi negara kita gak pulih-pulih kan? malah hutang kita makin menumpuk (oh&#8230;iya ya&#8230;terus gimana kita membayarnya?) nah kan sadar sekarang.Barang-barang pasti deh impor semua gak ada kemauan dari kita untuk membuat barang-barang sendiri dan parahnya lagi kita bangga jika kita membeli barang-barang impor contohnya sepatu atau kaos nike<span>  </span>( kalo gak gitu kita kan gak gaul&#8230;:( ). Coba lihat jarum untuk jahit baju kita pasti tulisannya made ini china, padahal jarum kan kecil&#8230;tapi kita gak bisa membuatnya.Dan banyak lagi temen-temen saya yakin lebih tahu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';">3.Ketahana Politik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"><span>            </span>Wah apalagi yang satu ini, semenjak orde baru tumbang banyak sekali partai politik yang berdiri laksana jamur di musim hujan ( eh&#8230;bener gak ya perumpamananya).Masing-masing berlomba meraih simpati rakyat agara mereka bisa duduk di kursi dewan yang terhormat.Dan setelah duduk&#8230; wah lupa deh sama yang memilihnya yang penting sudah dapat gaji, tunjangan-tunjangan, mobil dinas, kunjungan ke luar negeri ah cukup sudah (&#8230;st&#8230;tapi saya yakin gak semuanya seperti itu) pokokny jangan pilih lagi partai yang wakilnya seperti itu (sepakat&#8230;!!!!).Oh iya biasanya mereka tidak punya visi yang jangka panjang, tapi jangka pendek saja&#8230;.( yakni bagaimana di pemilihan yang akan datang dia dipilih lagi).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';">4.Ketahanan Dalam Bidang Pertahanan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"><span>            </span>Angakatan bersenjata adalah&#8230;.pagar yang melindungi bangsa kita.tapi bagaimana bisa melindungi alat-alat /senjatanya sudah tua dimakan usia malah yang di jawa timur atau tengah ya ada beberapa marinir yang meninggal saat latihan karena kendaranya tenggelam akibata kendaraan itu sudah tua ( aduh malang banget nasib bangsa kita ya&#8230;:( .anggaran bidang meliter pun cukup sulit.Coba deh kawan-kawan lewat ke markas-markas tni pasti bangunan kendaranny sudah tua ( bagaimana bisa melindungi bangsa ini&#8230;?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';">5.Ketahana Dalam Bidang energi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"><span>            </span>Masalah energi merupakan masalah yang vital bagi keberlangsungan kehidupan sebuah negara.Energi menggerakan seluruh roda ekonomi suatu bangsa ( ah&#8230;.masa seh&#8230;) kan setiap industri memerlukan bahan bakar untuk menjalankan produksinya nah bahan bakar itu kan energi! termasuk didalamnya listrik.Saat ini banayak rakyat kecil yang menjerit karena subsidi bbm di tarik, sering terjadi pemadaman listrik karena pasokan dari PLN tidak mencukupi ( makanya hemat dong&#8230;.:)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';">ah cukup dulu yak ntar kita terusin lagi (lha kok gak nyambung dengan judulnya seh&#8230;..judulnya kan kekuatan daya saing indonesia, ko yag di bicarain malam kemerosotan ketahanan nasional) lha&#8230;..kan masih part I nanti kita lanjut lagi&#8230;&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Ruang belakang asrama 17.22<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/piannopiana.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/piannopiana.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/piannopiana.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/piannopiana.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/piannopiana.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/piannopiana.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/piannopiana.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/piannopiana.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/piannopiana.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/piannopiana.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/piannopiana.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/piannopiana.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piannopiana.wordpress.com&blog=1415233&post=14&subd=piannopiana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://piannopiana.wordpress.com/2008/03/22/potensi-daya-saing-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3f783e07dcf3d21de2b04e0be85adfa7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">piannopiana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://piannopiana.files.wordpress.com/2008/03/250px-flag_of_indonesiasvg.png" medium="image">
			<media:title type="html">250px-flag_of_indonesiasvg.png</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>