Alasan Kenapa Ane Kagak setuju UAN
Setelah kurang lebih satu tahun tidak nulis di blog
, aha mari kita mulai nulis lagi (biasa lupa password jadi gak bisa login, alasan klasik
). Sekarang sy coba kemukakan kenapa tidak setuju dengan yang namanya UAN atau apapun lah namanya yang sejenis itu.Diurutkan neh..hehe…biar fokuks..kus..kus…
- Paling Pertama : UAN mengajarkan Korupsi
Pada kaget khan? kok bisa UAN yang menghabisakan effort (bahkan uang Anggaran Pendidikan) begitu banyak mengajarkan korupsi.Tenang – tenang sodara mari kita bahas.Idealnya UAN adalah suatu cara untuk ngetest kemampuan anak didik apakah dia layak untuk lulus dari sekolah dengan memahami seluruh materi yang telah dia pelajari selama di sekolah.Tujuannya si baik (setuju tidak :
)….setuju kan, Tapi apakah sesuai dan tepat jika peserta didik sekolah selama 3 tahun lamanya harus ditentukan selama 2 jam untuk masing-masing mata pelajaran.Masih kurang jelas??? mari kita ambil salah satu contoh
si kadir bersekolah di sekolah SMUN A selama tiga tahun di selalu bersemangat walaupaun nilainya tidak bagus-bagus amat. Selama 3 tahun itu si kadir mendapatkan mata pelajaran matematika sebanyak 30 bab (eh bener gak perkiraannya?? udah lupa dulu SMA dapat berapa bab yak matematika ..?
) ah anggap saja asumsinya bener.Nah UAN menuntut kadir untuk hapal semua rumus, cara pengerjaan, dll yang 30 bab tersebut untuk bisa menjawab soal2 dalam 2 jam UAN.APakah ini adil???? silahkan direnungkan (jangan lama-lama yak merenungnya ntar ketiduran …heuheuheu…) rasa-rasanya ko tidak masuk akal yak.Bagi orang yang cerdas dan memiliki ingatan tajam mungkin saja, tapi rasa-rasanya jumlah orang seperti itu 1:1000
.Nah karena tuntutan orang tua dan guru supaya kadir lulus, kadir akan melakukan berbagai cara supaya UAN nya lulus, salah satunya NYONTEK!! ya, nyontek itu cukup realistis dan memang bisa membantu dalam mengerjakan soal.HEHE terbukti kan UAN bisa mencetak mental-mental penyontek dan inikan termasuk mental berbohong dan cikal bakal sikap KORUPTOR.Selain it, karena pemadatan yang 2 jam tadi memicu yang kedua, apakah itu, jeng..je..jejeng..Inilah yang kedua
- Yang kedua : UAN menjadikan Guru sebagai guru Bohong
Masih nyambung dengan yang pertama, karena pelajaran yang diberikan selama 3 tahun dan berpuluh bab yang diberikan harus di test selama 2 jam dalam bentuk soal-soal UAN, Bapak-Ibu guru yang seharusnya menjadi teladan dan panutan rela memberikan bocoran kunci jawaban demi supaya anak didiknya lulus.Pasti ada yang bilang ( ah gak semua kayak gitu ….) iya kan mau pada bilang gitu.Tapi kita semua sudah tahu dan sudah menjadi rahasia umum bahwa biasanya bapak dan ibu guru membantu menyebarkan kuci jawaban pada hari H atau minimalnya jika dia bertindak sebagai pengawas dia tidak menjalankan fungsinya sebagaimana seharusnya.Biasanya dibiarkan aja kalo ada siswa yang bisik-bisik atau kelihatan nyontek.Fenomena ini cukup miris khan , bagaimana tidak, guru yang seharusnya menjadi panutan dalam bersikap jujur dan berbuat baik eh malah menjaidi guru yang berbohong dan mengajarkan kebohongan.Saya sama sekali tidak menyalahkan bapak dan Ibu guru yang terhormat, mereka melakukan itu demi kecintaan kepada anak didiknya supaya mereka lulus dan tidak kecewa.LHa terus siapa yang sy salahkan , satu kata UAN!!!!!
Ah sebenarnya masih banyak sebab-sebabnya kenapa saya tidak setuju UAN, tapi lain kali aja, 2 itu aja dulu yang paling penting.
Kalo berani menyalahkan kasih solusi dong
,(pasti pada bilang gitu kan)
Baiklah, dalam pemikiran sy UAN tidak perlu lha diadakan, masalah bagaimana standar untuk menetukan seorang anak didik itu lulus atau tidak ya di buat point dari hasil mereka tiap bab ulangan itu saja.dan point-point yang laian yang menetukan gurunya.Karena guru yang lebih tahu, gak perlulah ada standar nasional, cukup kurikulum aja yang standar nasional masalah ini tentukan aja lokal melalui sekolahny masing-masing.Itu saja dulu ya, yang setuju atau tidak marilah kita berdiskusi
-pian-


No trackbacks yet.